18 Alat Tes PCR Siap, Sehari Bisa Uji 9.000 Sampel

Selasa, 14 April 2020 11:47

TUTUP MATA: Linda Eka, pengunjung kafe Kopi Rolag, Surabaya, diambil darahnya tadi malam. Tim Gugus Tugas Jatim bersama ...

Realokasi Anggaran Daerah

Anggaran untuk penanganan Covid-19 di daerah akan mendapat tambahan. Sumbernya dari hasil realokasi APBD. Hingga kemarin (13/4) Kementerian Dalam Negeri mencatat, sudah lebih dari 90 persen pemerintah daerah (pemda) yang telah melakukannya. ’’Saat ini data terhimpun masih 93,73 persen. Kami akan terus update, terutama bagi daerah yang belum melapor,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian.

Dari 93,73 persen data yang masuk, total dana yang direalokasi mencapai Rp 55 triliun. Secara garis besar, ada tiga pos APBD di seluruh Indonesia yang direalokasikan masing-masing pemda ke penanganan Covid-19. Yakni, pos anggaran belanja tidak terduga (BTT), hibah/bansos, serta hasil pemotongan belanja modal, jasa, dan kegiatan.

Nanti anggaran tersebut dialokasikan ke tiga agenda prioritas penanganan dampak Covid-19. Yakni, penanganan kesehatan seperti pemenuhan kebutuhan medis, penanganan dampak ekonomi seperti insentif untuk dunia usaha, serta penyediaan jaring pengaman sosial untuk masyarakat miskin. Di antara tiga agenda prioritas tersebut, alokasi terbesar akan diberikan ke penanganan kesehatan dan jaring sosial. Dari Rp 55 triliun yang masuk, penanganan kesehatan mendapat alokasi Rp 23,35 triliun. Penanganan jaring sosial mendapat Rp 23,55 triliun. Sementara itu, penanganan dampak ekonomi hanya dijatah Rp 7,98 triliun.

Ardian menegaskan, pemerintah pusat sudah memberikan deadline bagi pemda yang belum menyelesaikan realokasi anggaran hingga 23 April 2020. Jika hingga batas waktu yang ditentukan pemda tetap belum menyelesaikan, pemerintah pusat akan memotong dana transfer ke daerah tersebut.

Komentar


VIDEO TERKINI