18 Alat Tes PCR Siap, Sehari Bisa Uji 9.000 Sampel

Selasa, 14 April 2020 11:47

TUTUP MATA: Linda Eka, pengunjung kafe Kopi Rolag, Surabaya, diambil darahnya tadi malam. Tim Gugus Tugas Jatim bersama ...

Meski demikian, Kapuspen Kemendagri Bahtiar meyakini pemda akan patuh pada instruksi pusat. Meski ada yang belum melaporkan hasil realokasi APBD, dia menilai hanya masalah waktu.

Jokowi kemarin menandatangani Keppres 12/2020 yang berisi status baru pandemi Covid-19 di Indonesia. ’’Menyatakan bencana nonalam yang diakibatkan persebaran Covid-19 sebagai bencana nasional.’’ Demikian bunyi poin pertama keppres tersebut. Pada poin berikutnya, ada penegasan bahwa penanganan bencana nasional dilaksanakan gugus tugas yang saat ini dipimpin Doni. Kepala daerah selaku ketua gugus tugas di wilayah masing-masing diwajibkan memperhatikan kebijakan pusat saat mengambil kebijakan untuk daerahnya.

Pada bagian lain, pandemi Covid-19 diprediksi tidak hanya menjadi problem kesehatan dan ekonomi global. Badan pangan dunia FAO memprediksi tahun ini akan terjadi krisis pangan global. Ada dua penyebabnya, yakni Covid-19 dan kekeringan.

Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, dalam ratas tersebut diputuskan tidak hanya upaya menjaga pangan nasional. ’’Ketergantungan impor juga dihilangkan,’’ tuturnya. Sebab, bisa saja ke depan negara-negara asal komoditas pangan impor Indonesia tidak lagi mampu memenuhi permintaan. Yang jelas, saat ini yang sudah dipastikan aman adalah stok pangan untuk jangka pendek. ’’Bapak Menteri Pertanian tadi menyampaikan kepastian, untuk pangan tiga sampai empat bulan ke depan alhamdulillah aman,’’ lanjut Doni. Harga sejumlah barang kebutuhan sehari-hari dan beberapa komoditas mulai stabil. (jpc/fajar)

Komentar