Cemari Lingkungan, WALHI Desak Pemprov Cabut Izin PT Prima Utama Lestari

Selasa, 14 April 2020 15:02

Ruas jalan tergenang lumpur dari tambang milik PT PUL. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Luapan lumpur yang disebabkan aktivitas tambang nikel kembali terjadi di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Luapan tersebut diketahui berasal dari konsesi milik PT. Prima Utama Lestari (PUL)

Menanggapi hal tersebut, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan mendesak pemerintah untuk segera mencabut izin usaha pertambang PT PUL. Serta mendesak Gakum KLHK dan Polda Sulsel untuk menangkap lalu mengadili Direktur PT Prima Utama Lestari karena diduga kuat melakukan kejahatan lingkungan.

Staf Advokasi dan Hukum WALHI Sulsel, Tabirul Haq, mengatakan bahwa luapan lumpur yang disebabkan oleh aktivitas tambang nikel di lokasi konsesi PT PUL sudah masuk kategori kejahatan lingkungan, karena mereka telah mencemari lingkungan dan tidak menjalankan perintah undang-undang.

Menurutnya, Direktur PT PUL sebagai pimpinan perusaan harus bertanggungjawab karena telah melakukan perbuatan melawan hukum yakni melawan UU nomor 4 Tahun 2009 dan UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Bagikan berita ini:
2
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar