Cemari Lingkungan, WALHI Desak Pemprov Cabut Izin PT Prima Utama Lestari

Selasa, 14 April 2020 15:02

Ruas jalan tergenang lumpur dari tambang milik PT PUL. (IST)

“Kemudian dari pantauan kami, luapan lumpur akibat tambang nikel di lokasi PT PUL sudah terjadi berkali-kali, pemerintah juga sudah memberi peringatan dan rekomendasi ke pihak perusahaan namun mereka tidak melakukan perbaikan. Hasilnya luapan lumpur tersebut kembali terjadi dan mencemari lingkungan di sekitarnya,”ungkapnya, Senin( 13/4/2020)

“Kami dan warga setempat menduga alasan bahwa PT PUL tidak pernah menaati kaedah lingkungan hidup saat melakukan aktivitas tambang karena IUP-nya akan berakhir tahun depan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk bertindak tegas kepada perusahaan ini sebelum IUPnya berakhir,” bebernya.

Tabirul Haq menyebut, informasi yang mereka terima dari warga memperkuat dugaan kami terkait kejahatan lingkungan PT PUL, dimana perusahaan tersebut memang tidak pernah memiliki itikad baik dalam pengelolaan lingkungan hidup.

“Bukti-bukti berupa foto dan informasi yang kami dapatkan dari warga memperlihatkan IPAL yang dibuat oleh perusahaan lebih mirip seperti kubangan. Secara teknis sangat tidak layak dikatakan sebagai IPAL atau sediment pond. Sehingga kejadian serupa terus terulang terutama ketika hujan deras. Kejadian sabtu sore kemarin adalah luapan yang lebih parah karena titik luapannya justru bertambah menjadi dua titik,” terangnya.

Bagikan berita ini:
9
8
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar