Covid-19 Naik Drastis, Surabaya Belum Ada Niat PSBB

Selasa, 14 April 2020 11:17

lustrasi lalu lintas setelah diberlakukannya PSBB di Jakarta. (Nova Wahyudi/Antara)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– DPRD Kota Surabaya menyatakan Pemkot Surabaya belum punya rencana mengusulkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke kementerian kesehatan, melalui Pemprov Jatim menyusul melonjaknya warga yang positif Covid-19.

Jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Surabaya mengalami kenaikan drastis dari sebelumnya pada Sabtu (11/4) hanya 97 orang menjadi 180 orang pada Minggu (12/4). Sedangkan pada Senin (13/4) mengalami kenaikan 28 orang sehingga total menjadi 208 orang.

Wakil Ketua DPRD Suabaya A. H. Thony mengatakan, meskipun DKI Jakarta sudah menerapkan PSBB, Surabaya belum punya rencana karena pandemi Covid-19 di Jakarta dengan Surabaya jauh berbeda. Menurut dia, lonjakan data positif Covid-19 hingga 180 orang dalam sehari itu, perlu dipikirkan upaya untuk melakukan antisipasi agar angka tersebut tidak terus meningkat.

”Kondisi di Surabaya masih relatif terkendali apalagi jumlah angkanya relatif lebih sedikit,” kata Thony seperti dilansir dari Antara pada Selasa (14/4).

Thony mengatakan, pihaknya punya pendapat bahwa pemerintah perlu menyiapkan konsep PSBB itu dari mulai ringan maupun menengah. Namun, untuk menetapkan kapan PSBB itu berlaku di Surabaya, pihaknya masih belum mengetahui karena perkembangan jumlah peningkatan angka Covid-19 masih bisa diantisipasi dengan berbagai cara penanganan seperti memberlakukan isolasi tempat tinggal pasien yang terpapar Covid-19.

Thony menjelaskan, telah mengedukasi kepada masyarakat dengan cerdas agar supaya bisa lebih mematuhi anjuran dari pemerintah. Tidak kalah penting, pihaknya berharap pemerintah tidak terlalu berfokus ke masyarakat yang terkena dampak Covid-19 saja.

Komentar


VIDEO TERKINI