Fokus Pembatasan di Empat Kecamatan

Selasa, 14 April 2020 16:19

ILUSTRASI

Yusran menambahkan, agenda refocusing atau rasionalisasi anggaran saat ini hanya menyentuh pada program yang sifatnya nonprioritas. Misalnya, anggaran perjalanan, belanja ATK, belanja pakaian dinas, hingga beberapa kegiatan fisik yang sifatnya rehab atau perawatan gedung. Semua program kegiatan di tiap OPD seperti itu, anggarannya kemudian dialihkan untuk program penanganan Covid-19. “Kami secara budgeting tidak ada masalah. Nanti setelah diverifikasi, akan dicairkan,” pungkasnya.

Bencana Nasional

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional. Penanganannya sebagai bencana nasional dipimpin oleh Gugus Tugas Covid-19 yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Gubernur, bupati, dan wali kota sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah, dalam menetapkan kebijakan di daerah masing-masing harus memperhatikan kebijakan Pemerintah Pusat.

Sementara Berdasarkan Pasal 7 ayat 2 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, indikator suatu bencana dapat ditetapkan sebagai bencana nasional yakni jumlah korban kerugian harta benda, kerusakan prasarana dan sarana, cakupan luas wilayah yang terkena bencana, dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.

Sembuh Bertambah

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, kasus sembuh hingga kemarin, 381 orang. Selain DKI Jakarta, pasien sembuh terbanyak juga ada di Sulsel yang mencapai 31 orang.

“Ini menunjukkan mereka bisa sembuh. Angka sembuh diharapkan terus meningkat. Apalagi pemerintah sudah dengan maksimal untuk menahan laju pertumbuhan pasien positif Covid-19,” jelasnya.

Komentar