Honorer Dipangkas di Tengah Wabah Corona, Gustam Ismail Geram

Selasa, 14 April 2020 09:49

Pegawai Honorer

FAJAR.CO.ID, GORONTALO– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menyesalkan pemangkasan jumlah honorer daerah atau pegawai tidak tetap (PTT). Di tengah kondisi ekonomi yang sulit dihadapi masyarakat dampak dari virus corona, DPRD menyesalkan pemangkasan honorer daerah yang menggantungkan sumber pendapatannya dari sektor birokrasi itu.

Anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara, Gustam Ismail menyatakan, ada atau tidak ada wabah Covid-19, mestinya pemangkasan PTT tidak dilakukan. Apalagi bagi mereka yang sudah bekerja dengan masa kerja rata-rata di atas lima tahun.

”Mereka bekerja hingga saat ini tidak menerima honor dan akhirnya menerima kenyataan harus kehilangan pekerjaan akibat tidak mendapatkan surat keputusan (SK) bupati. Ini tidak boleh terjadi sebab menambah penderitaan rakyat,” ungkap Gustam seperti dilansir dari Antara pada Selasa (14/4).

Menurut dia, jika pemangkasan jumlah PTT akibat imbas dari minimnya anggaran untuk pembayaran honor, mestinya dapat dialokasikan dari anggaran-anggaran yang dipastikan tidak akan terpakai. Di antaranya anggaran perjalanan dinas yang diprediksi tidak akan terpakai hingga akhir tahun anggaran atau Desember 2020.

”Sebaiknya seluruh anggaran perjalanan dinas digeser dan dialokasikan untuk honor PTT, sebab dipastikan seluruh aparatur bahkan anggota DPRD tidak akan melakukan perjalanan dinas di tengah pandemi Covid-19,” ujar Gustam.

Gustam berharap, pemerintah daerah bisa lebih peka, bijaksana, dan memikirkan nasib rakyat, di tengah sulitnya perekonomian saat ini. Apalagi rata-rata yang terdampak pemangkasan jumlah PTT adalah putra-putri daerah.

Bagikan berita ini:
5
5
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar