Juknis Dana Bos Belum Keluar, Sekolah Bingung Salurkan Uang Pulsa Siswa

Selasa, 14 April 2020 14:45

“Misal per anak bisa menerima Rp100 ribu atau ada ketentuan lainnya. Kemudian juga turut dipertimbangkan apakah siswa sudah memegang Kartu Jakarta Pintar untuk di Jakarta, atau pada daerah lain ada Kartu Indonesia Pintar, atau Kartu Keluarga Prasejahtera,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Ramli Rahim menambahkan, bahwa memang perlu ada aturan tertulis yang dikeluarkan oleh Kemendikbud terkait hal dan BOS untuk pulsa.

“Inspektorat di daerah tidak bisa menerima jika hanya sekadar omongan, sebab tidak bisa menjadi acuan. Harus segera dibuat produk hukum tertulis,” terangnya.

Menurut Ramli, Kemendikbud bisa mengeluarkan Permendikbud tentang perubahan petunjuk teknis (juknis) BOS atau aturan lain yang secara tertulis bisa menjadi dasar harus segera dikeluarkan.

“Kepala sekolah, tidak akan berani membuat kebijakan tanpa dasar hukum tertulis dari Kemendikbud. Oleh karen itu, Kemendikbud harus segera membuat acuan tersebut,” ujarnya.

Kendati demikian, Ramli tetap mengapresiasi Kemendikbud yang memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) digunakan untuk kuota siswa dan guru, di tengah wabah Covid-19.

“IGI mengapresiasi kebijakan Kemendikbud dengan meperbolehkan dana BOS digunakan untuk kuota internet selama kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah dengan metode dalam jaringan (daring) atau online,” pungkasnya. (der/fin/fajar)

Komentar