Obesitas Risiko Tinggi Covid-19? Ini Penjelasan Ahli

Selasa, 14 April 2020 13:28

FAJAR.CO.ID — Makin banyaknya kasus positif COVID-19 di dunia membuat para ahli medis dan peneliti, terus mencari tahu bagaimana penyebaran ini berlangsung cepat.

Selama ini, orang yang dianggap berisiko terinfeksi virus corona adalah lansia. Setelah dipelajari lebih dalam, ternyata semua umur berpotensi untuk terinfeksi.

Lalu, ada lagi hasil penelitian terbaru mengatakan bahwa orang obesitas berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi virus corona. Benarkah demikian?

Meski jadi negara pertama yang memiliki kasus COVID-19, kini jumlah orang yang terinfeksi di Tiongkok jauh lebih rendah ketimbang di Eropa dan Amerika.

Hal itu sebenarnya sudah lama meresahkan masyarakat. Mereka berpikir, “Kok, bisa justru negara lain yang lebih parah?”

Namun, Kepala Epidemiologi Prancis, Professor Jean-Francois Delfraissy mengatakan obesitaslah yang menjadi faktor risiko bagi mereka untuk terinfeksi coronavirus.

Hingga saat ini, 42,4 persen populasi Amerika Serikat (AS) mengalami obesitas, sedangkan di Tiongkok tidak sebanyak itu. Alhasil, jumlah kasus positif dan kematian di AS lebih banyak dibanding di Tiongkok.

Prof. Delfraissy mengungkapkan orang dengan obesitas umumnya memiliki penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi (disadari atau tidak).

Dua faktor tersebut, menurutnya, sangat bisa menghasilkan gejala yang lebih buruk pada penderita COVID-19 dan meningkatkan risiko kematian.

Mengapa Orang Obesitas Lebih Rentan Terkena Coronavirus?

Komentar


VIDEO TERKINI