PSBB Kurang Tegas, Warga Malah Antre Menuju Jakarta

Selasa, 14 April 2020 13:41

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh kepala daerah masih kurang efektif di masyarakat.

Hal ini karena aktivitas masyarakat di luar rumah masih ramai. Apalagi, kondisi KRL dari Bogor menuju ke Jakarta masih dipadati banyak penumpang.

“Bahkan, di pagi hari, orang-orang menumpuk dan mengantre untuk masuk ke KRL. Tidak ada bedanya dengan sebelum status PSBB diberlakukan,” ujar Saleh kepada wartawan, Selasa (14/4).

Menurut Saleh, PSBB ini akan efektif jika semua taat untuk menjaga jarak. Tidak berada di kerumunan. Tidak pergi ke keramaian. Dan semua pihak diharapkan untuk memiliki kesadaran agar sedapat mungkin bekerja di rumah.

Di negara lain, aturan diam di rumah benar-benar ditegakkan. Jika ada yang melanggar diberikan sanksi dan denda. Mereka yang tidak mampu, dibantu pemerintah untuk menutupi kebutuhannya.

“Dengan kondisi seperti itu, orang-orang pada taat pada aturan yang berlakukan,” katanya.

Di Indonesia, yang taat pada aturan PSBB adalah sekolah, perguruan tinggi, pertunjukan budaya, konser, olahraga, dan kantor-kantor pemerintah. Ada juga sebagian kegiatan keagamaan. Di luar itu, warga masyarakat masih tetap melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.

“Jangan sampai, kegiatan keagamaan dilarang, sementara kegiatan lain diperbolehkan. Itu sama dengan melindungi sebagian, membiarkan sebagian. Di samping tidak adil, itu juga dapat mencelakakan banyak orang,” katanya.

Dalam konteks ini, pemerintah diminta untuk tegas dan ketat dalam menegakkan aturan PSBB. Agar semua dapat dipatuhi, mereka yang memang kurang mampu harus dibantu.

“Anggaran yang ada, harus dialokasikan untuk membantu mereka. Itu adalah tindakan yang mesti dilakukan di tengah situasi sulit seperti sekarang,” pungkasnya. (jpc/fajar)

Komentar