Stafsus Jokowi Andi Taufan: Saya Minta Maaf dan Menarik Kembali Surat Tersebut

Selasa, 14 April 2020 14:24

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama salah satu staf khususnya, Andi Taufan Garuda. Foto: arsip JPNN.Com/M Fathra Nazru...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Staf Khusus Presiden, Andi Taufan Garuda Putra, akhirnya mengklarifikasi suratnya yang ditujukan kepada seluruh camat di Indonesia.

Surat bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tersebut menyampaikan kerja sama antara dirinya selaku Staf Khusus Presiden, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), dan Kementerian Desa PDTT terkait pendampingan relawan desa lawan Covid-19.

Dalam surat tersebut, Andi menyampaikan bahwa dirinya telah mendapat komitmen dari Amartha untuk melakukan pendampingan edukasi Covid-19 dan pendataan kebutuhan alat pelindung diri (APD) puskesmas.

“Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut,” ujar Andi dalam klarifikasinya, pada Selasa (14/4).

Surat tersebut sempat menjadi polemik di sosial media. Sebab Andi merupakan pendiri sekaligus CEO dari Amartha.

“Untuk itu saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan masukan. Tentunya hal ini akan menjadi pelajaran penting bagi saya sebagai anak muda yang ingin memberikan kontribusi untuk negeri, agar tetap mengikuti kaidah aturan dalam sistem birokrasi,” jelas Andi.

Andi menambahkan, surat tersebut sebenarnya bersifat pemberitahuan dukungan kepada program Desa Lawan Covid-19 yang diinisasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. .

“Dukungan tersebut, murni atas dasar kemanusiaan dan dengan biaya Amartha dan donasi masyarakat, yang akan dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Dukungan yang diberikan dilakukan tanpa menggunakan anggaran negara, baik APBN maupun APBD,” jelasnya.

Komentar


VIDEO TERKINI