7.893 Karyawan Se-Makassar Dirumahkan, Aduan PHK di Disnaker 224 Orang

Rabu, 15 April 2020 20:51

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pandemi corona yang terjadi Kota Makassar mengakibatkan banyak perusahaan terpaksa merumahkan pekerjanya. Bukan hanya itu, sudah ratusan karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengungkapkan, semenjak pandemi corona, pihaknya sibuk menerima pengaduan mengenai karyawan yang dirumahkan.

“Data terakhir para pekerja yang tepaksa dirumahkan akibat pandemi virus corona sebanyak 7.893 dari total 247 perusahaan. Sementara, yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), 224 orang,” ujar Irwan, Rabu (15/4/2020).

Menurut Irwan, pengaduan bukan hanya lewat media sosial, namun tak sedikit yang datang langsung ke kantornya, Jalan AP Pettarani.

“Beberapa perusahaan baik kecil, menengah, dan besar, ikut merasakan dampak covid-19. Alhasil, pengurangan karyawan baik dirumahkan hingga PHK dilakukan,” kata dia.

Kendati banyak yang dirumahkan, kata Irwan, banyak perusahaan yang tetap menggaji karyawannya. “Upah yang diberikan 50 persen ke bawah sebanyak 4.737,” ujarnya.

Irwan menambahkan, sebagian lain perusahaan juga ada yang memberikan upah penuh. Jika dikalkulasikan pekerja yang dirumahkan namun tetap mendapat upah penuh sebesar 2.932.

“Selebihnya, sisanya kalau dikalkulasi adalah orang yang tidak diberikan upah. Jadi, dia dirumahkan tapi tidak dikasihkan upah tapi tidak di-PHK juga,” katanya, melanjutkan.

Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya berupaya memaksimalkan pendaftaran Kartu Pra Kerja bagi yang terkena dampak PHK maupun yang belum bekerja.

Komentar


VIDEO TERKINI