Adik Ditembak, Gelandang Verona, Badu Juga Hampir Meninggal

Rabu, 15 April 2020 09:39

Mariusz Stepinski dan Emmanuel Agyemang-Badu (kanan)/Gabriele Maltinti/Getty Images

FAJAR.CO.ID, VERONA—Gelandang Hellas Verona, Emmanuel Agyemang Badu menuturkan bagaimana beratnya hidup yang harus ia jalani selama 2019 hingga 2020 ini. Ia mengatakan, ini tahun-tahun terberat dalam hidupnya.

Pada pra-musim, ia dilarikan ke rumah sakit akibat emboli paru – bekuan darah di paru-paru – yang bisa berakibat fatal jika tidak dirawat dengan cepat. Setelah itu, bulan lalu, adik perempuannya, Hagar ditembak mati di Berekum.

“2019 dan 2020 adalah tahun-tahun terberat dalam hidup saya. Saya hampir mati, saya mengalami banyak luka – dan kemudian saya kehilangan saudara perempuan saya dengan cara yang sangat menyakitkan,” kata Badu kepada BBC World Service dikutip dari Football Italia. Pemain internasional Ghana yang kini berusia 29 tahun itu mengatakan, “Sangat sulit bagi saya dan keluarga saya. Orang yang menembak saudara saya sedang dalam pelarian; mereka belum menangkapnya.” Hagar terbunuh di Berekum bulan lalu. Polisi mengklaim mereka sudah mengidentifikasi si pembunuh, namun belum berhasil membekuk pelaku. “Semuanya berjalan lambat akibat virus ini. Itu adalah bencana,” jelas Badu yang menghabiskan sebagian besar kariernya di Italia bersama Udinese dan sejak 2019 pindah ke Verona. Selama pandemi virus vorona, Badu, pacarnya dan bayi mereka saat ini menjalani isolasi di Verona. Badu dilaporkan sudah menyumbangkan masker, sarung tangan dan pembersih tangan untuk rumah sakit di Ghana. “Kita semua perlu membantu dan menjaga orang-orang di Afrika,” jelasnya.

Komentar


VIDEO TERKINI