Adik Ditembak, Gelandang Verona, Badu Juga Hampir Meninggal

Rabu, 15 April 2020 09:39

Mariusz Stepinski dan Emmanuel Agyemang-Badu (kanan)/Gabriele Maltinti/Getty Images

Ia secara khusus berterima kasih kepada klub dan orang-orang yang membantunya melewati masa-masa sulit setahun terakhir. “Saya perlu berterima kasih kepada keluarga dan teman-teman saya dan tim kami serta agen saya. Pelatih saya menghubungi saya setiap hari juga manajer tim dan presiden. Mereka semua luar biasa. Tanpa mereka itu akan menjadi bencana,” ujarnya.

Seminggu sebelum musim Serie A dimulai, Badu dilarikan ke rumah sakit di tengah malam dengan kondisi yang sangat vatal. Ia menuturkan, pagi setelah pertandingan, ia datang ke gym untuk melakukan beberapa latihan.

Lalu, pada malam hari, ketika pulang ke rumahnya, ia mendadak kesulitan bernapas. Awalnya, ia tidak menganggapnya serius. Ia pikir itu hanya akibat kelelahan. Di pagi hari ia diberi obat penghilang rasa sakit. Tetapi malam berikutnya ia kembali mengalami hal serupa. Bahkan, lebih buruk.

“Pada jam 2 pagi saya menelepon dokter dan untungnya dia sudah bangun. Dia mengirim seorang fisio yang lebih dekat dengan saya dan dia datang – dan segera berkata, ‘kita harus pergi ke rumah sakit’. Akhirnya mereka mengetahui bahwa saya memiliki gumpalan darah di paru-paru saya,” tuturnya.

Akibat penyakit itu, Badu harus berhenti bermain sepak bola selama empat bulan. “Itu sangat serius, saya pikir jika tidak ada dokter yang memeriksaku, itu akan menjadi bencana. Dari Agustus hingga Desember saya tidak melakukan apa-apa,” lanjutnya.

Badu kembali berlatih bersama tim selama 3-4 minggu kemudian virus corona mewabah. Ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Meski demikian, ia bersyukur kepada Tuhan karena masih bisa melanjutkan hidup.

“Hidup lebih berharga daripada sepakbola, jadi saat ini kita harus menjaga diri kita sendiri. Aman dan berdoa agar hal ini cepat berlalu, sehingga kita semua dapat kembali melakukan apa yang kita sukai,” tandasnya. (amr)

Komentar