Anggap hanya Peduli Ojol, Nur Baitih: Emang Iya Kah, Gaji Honorer Lebih Besar dari Ojol?

Rabu, 15 April 2020 09:01

Korwil Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta Nur Baitih di Komisi II DPR, Rabu (15/1). Foto: Ricardo/JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kebijakan pemerintah yang lebih mengutamakan ojek online (ojol) dan korban PHK (pemutusan hubungan kerja) dampak wabah virus corona COVID-19, ternyata melukai hati honorer K2. Mereka merasa pemerintah tidak adil memperlakukan anak bangsa.

“Wahai pak presiden. Tolong dong. Jangan ojol dan korban PHK melulu yang diperhatikan. Kami honorer K2 juga perlu diperhatikan,” kata Koordinator Wilayah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Jawa Tengah Ahmad Saefudin kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Rabu (15/4).

Dia mengungkapkan, saat ini 439 ribuan honorer K2 termasuk di dalamnya yang sudah lulus PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) menjerit karena semakin kejepit akibat corona. Belasan hingga puluhan tahun berpenghasilan kurang layak.

“Nasib kami juga tidak jelas beeeeerrr tahuun tahuuun lamanya,” ujarnya dengan nada kesal.

“Kami juga anak bangsa. Anak bapak tidak hanya ojol tetapi kami juga anak bapak. Jangan pilih kasih dong, Pak Presiden,” sambung Ahmad.

Jeritan hati honorer K2 juga disampaikan Koordinator Wilayah PHK2I DKI Jakarta Nur Baitih. Medsos dan media massa saat ini hanya tertuju pada nasib ojol dan korban PHK.

“Pertanyaanya, emang iya honorer K2 enggak perlu diperhatikan. Apa benar honorer itu sudah enggak perlu dibantu lagi,” ujar Nur.

Dia melanjutkan, apakah iya hidup honorer lebih enak daripada ojol dan korban PHK. “Emang iya kah, gaji honorer yang sudah bekerja sekian puluh tahun lebih besar dari penghasilan ojol,” cetus Nur.

Komentar


VIDEO TERKINI