Aturan Validasi IMEI untuk Gadget Tetap Berlaku Mulai 18 April 2020

Rabu, 15 April 2020 21:25
Aturan Validasi IMEI untuk Gadget Tetap Berlaku Mulai 18 April 2020

Ditegaskan juga, aturan ini tetap akan sesuai dengan wacana sebelumnya yakni berlaku pada perangkat yang aktif setelah tanggal 18 April 2020. Sementara, perangkat yang berasal dari manapun (sekalipun ilegal) yang aktif dan memanfaatkan layanan seluler dari operator telekomunikasi di Indonesia sebelum tanggal 18 April 2020, akan tetap berfungsi normal serta tidak berdampak apapun.

“Sebagai pengecualian, kebijakan ini hanya akan berlaku di perangkat smartphone, perangkat mobile, dan tablet baru. Juga tidak berdampak ke turis yang menggunakan layanan roaming,” ucap Akbar.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, skema whitelist memungkinkan masyarakat untuk mengecek legalitas IMEI dalam perangkat sebelum membelinya. Jika IMEI di perangkat terdaftar di database Sistem Informasi Industri Nasional (Siinas) yang ada di Kementerian Perindustrian, masyarakat bisa membeli ponsel dan bisa menikmati layanan seluler.

Sementara dalam mekanisme blacklist sebelumnya, ponsel baru (baik itu BM maupun resmi) perlu dihubungkan terlebih dahulu dengan layanan seluler. Jika setelah terhubung dengan layanan seluler, IMEI tidak terdaftar (black market) di database SIINAS, ponsel pun tak bakal lagi bisa dipakai. (JPNN)

Bagikan berita ini:
10
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar