Bea Cukai Berikan Fasilitas Kemudahan Bagi Pelaku Usaha

Rabu, 15 April 2020 21:01

Adapun alat kesehatan yang dihibahkan berupa, Disposable Protective Clothing for Medical Use, Medical Protective Mask, Disposable Mask, Infrared Forehead Thermometer Manual, dan Respiratory Therapy Product. Datang dari Tiongkok dalam 3 container 20ft dengan kapal MV Merging Grand.

“Hibah dari perusahaan Smelter Nickel tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada kesehatan masyarakat, yang patut mendapatkan apresiasi mengingat kelangkaan APD di wilayah Sulawesi dan juga karena total nilai barangnya yang cukup signifikan sebesar kurang lebih Rp13 milyar,” bebernya. 

Tommy menegskan, Kanwil Bea Cukai Sulbagsel senantiasa aktif mendukung upaya penanggulangan wabah Covid19, bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BPBD, dan Pemerintah Daerah setempat.

“Jadi apabila ada perusahaan, lembaga, yayasan, dan pribadi yang hendak mengimpor alkes dalam rangka hibah untuk penanggulangan Covid-19, silahkan menghubungi BC Kanwil Sulbagsel untuk diberikan asistensi yang maksimal,” pungkasnya. (tam) 

Berikut beberapa fasilitas dan kemudahan yang diberikan Bea Cukai :

1. Pengecualian ketentuan tata niaga/lartas melalui satu pintu di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan Keppres Nomor 9 Tahun 2020;2. Percepatan pelayanan impor barang untuk keperluan penanggulangan COVID-19 bersinergi dengan BNPB berdasarkan SOP Bersama DJBC dengan BNPB;3. Percepatan izin rekomendasi BNPB melalui sistem online INSW atas sinergi DJBC, BNPB, LNSW, Kementerian Kesehatan, dan BPOM; 4.. Pembebasan bea masuk atas impor barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.04/2019;5. Pembebasan bea masuk dan/atau cukai atas impor barang kiriman hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum, amal, sosial, atau kebudayaan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.04/2012;6. Relaksasi pelayanan Kawasan Berikat agar dapat memproduksi masker, alat pelindung diri (APD), hand sanitizer untuk kebutuhan dalam negeri berdasarkan Surat Edaran DJBC Nomor SE-02/BC/2020;7. Pembebasan cukai etil alkohol untuk tujuan sosial dan produksi hand sanitizer, antiseptic, dan lain-lain guna pencegahan dan penanggulangan COVID-19 berdasarkan SE DJBC Nomor SE-04 /BC/2020;8. Insentif pajak untuk perusahaan pengguna fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan KITE Industri Kecil dan Menengah (IKM) berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23/PMK.04/2020.9. Relaksasi penyerahan surat keterangan asal (SKA) melalui surat elektronik (e-mail) untuk membantu kelancaran proses importasi berdasarkan Surat Edaran DJBC Nomor SE-07/BC/2020;10. Perpanjangan masa pembayaran pita cukai rokok dari sebelumnya dua bulan menjadi tiga bulan dengan tujuan meningkatkan cash flow pabrik rokok;11. Kegiatan produksi sigaret kretek tangan (SKT) dapat dilakukan di bangunan/tempat lain atas izin Kepala Kantor Bea Cukai dalam rangka physical distancing berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 66/PMK.04/2018; dan12. Toleransi atas selisih berat dan/atau volume barang impor/ekspor dalam bentuk curah berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 26/PMK.04/2020.

Bagikan berita ini:
9
3
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar