Cemari Lingkungan, DPRD Lutim Desak Tambang Nikel PT PUL Ditutup

Rabu, 15 April 2020 08:58

Ruas jalan tergenang lumpur dari tambang milik PT PUL. (IST)

FAJAR.CO.ID, MALILI– DPRD Luwu Timur mendukung penutupan perusahaan tambang PT Prima Utama Lestari (PT-PUL) . Penutupan ini dapat dilakukan ketika tidak mampu mencegah pencemaran limbah tambang dan masih terus merusak lingkungan.

Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam mengatakan PT PUL salah dalam menangani operasional tambang. Dimana tidak sesuai standar teknik pertambangan. “DPRD mendorong akan melakukan mengajukan Panja,” kata Amran kepada Fajar.co.id, Selasa (14/4/2020).

Menurutnya, panja ini dalam rangka melihat apa memang PT PUL masih layak menjadi perusahan pertambangan di Luwu Timur atau meninjau kembali dari awal keberadaan perusahaan ini.

Bahkan, mungkin saja perusahan dihentikan jika tidak dapat memberi jaminan keamanan. ”Ini dilakukan demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Menurut Amran Syam, sistem penambangan yang tidak profesional membuat kehadiran perusahaan ini meresahkan masyarakat. Banjir lumpur yang meluber di jalan nasional beberapa waktu lalu membuktikan PT PUL bekerja tanpa perhitungan.

Mereka tidak bisa menghitung daya tampung kolam sedimen pond yang mereka buat, sehingga saat terjadi curah hujan tinggi kolamnya tidak bisa menampung limpasan air dari lokasi tambang. Selain itu, banyak jalan air terbentuk di lokasi tambang yang tidak masuk ke setling pond. Sehingga air inilah meluncur ke bawah dan menggenangi jalan raya.

Dengan fakta ini, Amran meminta Pemda Lutim kaji ulang dokumen Amdalnya PT PUL. Dalam hal ini DLH Lutim harus buka kembali dokumen Amdal PT PUL.

Komentar


VIDEO TERKINI