Dampak Corona, Mukhtar Tompo: Petani Kelaparan di Tengah Sawah

Rabu, 15 April 2020 13:58

Mukhtar Tompo

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Petani dan nelayan kerap dijadikan objek sebagai terdepan dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi 267 jiwa rakyat Indonesia. Namun di tengah Pandemi Covid-19 negara tak hadir dalam memberikan garansi kesejahteraan bagi mereka.

Hal ini disampaikan mantan anggota DPR RI, Mukhtar Tompo. Menurutnya, negara telah mengabaikan nasib petani dan nelayan. Mereka tak hanya bergelut menghadapi virus Corona, tetapi juga bergelut dalam memenuhi kebutuhan perutnya. Mereka berhadapan dengan dua derita dan dua risiko kematian sekaligus.

“Kasihan sekali, mereka telah bertarung dengan maut di tengah wabah virus Corona demi memenuhi kebutuhan pangan kita semua, tetapi mereka sendiri kelaparan di tengah sawah,” kata Mukhtar, Rabu (15/4/2020).

Mereka mengalami derita diatas penderitaan. PSBB, karantina wilayah atau apapun namanya tak punya arti jika petani dan nelayan menjadi tidak produktif atas wabah ini.

Politikus PAN ini menyampaikan disaat semua orang diminta berdiam diri di rumah, tetapi petani dan nelayan tetap di sawah, kebun dan tetap melaut tanpa menerima garansi kesejahteraan. Hanya menerima imbauan semata. Pekerja keras seperti ini harusnya menerima kepastian harga saat panen.

“Back up pemerintah hadir pasca panen, saat musim tanam. Yang terjadi sekarang ini adalah harga hasil pertanian melonjak saat musim tanam, tapi anjlok saat panen,” bebernya.

Komentar


VIDEO TERKINI