Desak Stafsus Milenial Mundur, Isyana Bagoes Oka: Mungkin Mas Taufan Bisa Memberi Contoh

Rabu, 15 April 2020 14:46

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Isyana Bagoes Oka. (Igman Ibrahim/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Andi Taufan Garuda Putra, untuk mengundurkan diri. Hal itu terkait penggunaan surat berkop Sekretariat Kabinet kepada camat agar mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek menanggulangi Covid-19.

“Dalam demokrasi yang mapan, pejabat publik berani mengundurkan diri karena kesalahan itu hal biasa. Mungkin Mas Taufan bisa memberi contoh, membuat tradisi baru, dengan kesadaran pribadi mau mengundurkan diri,” ujar Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com (grup fajar.co.id), Rabu (15/4).

Taufan sendiri merupakan CEO PT Amartha Mikro Fintek. Dalam surat tersebut, atribusinya sebagai Staf Khusus Presiden. Sehingga PSI melihat adanya konflik kepentingan yang dilakukan Andi Taufan.

“Ada konflik kepentingan dalam surat yang tidak seharusnya dilakukan seseorang yang memiliki jabatan sangat penting,” katanya.

Menurut Isyana, walaupun Andi Taufan sudah meminta maaf. Namun permintaan maaf itu sendiri lebih terkesan sebagai permohonan maaf pribadi. Padahal dia mengatasnamakan Staf Khusus Presiden Jokowi dengan surat berkop Sekretariat Kabinet.

“Memang Mas Taufan sudah meminta maaf tapi tidak menggunakan kop surat yang sama, yaitu Sekretariat Kabinet. Juga di bawah tanda tangan dan nama hanya bertuliskan email pribadi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dalam situasi sulit sekarang, para pembantu presiden diharapkan tidak menambah sulit posisi Jokowi. Apalagi di tengah pandemi virus Korona atau Covid-19 ini.

Komentar


VIDEO TERKINI