Ini Langkah Bapas Polewali agar Napi Asimilasi Tak Melawan Hukum Lagi

Rabu, 15 April 2020 16:16

FAJAR.CO.ID, POLEWALI — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Polewali mengawasi 166 klien Asimilasi Rumah terkait Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 dan Kepmenkumham Nomor : M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020.

Klien akan diawasi 18 Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan tiga Asisten Pembimbing Kemasyarakatan (APK). Setiap PK dan APK mengawasi sebanyak 8 klien. Mereka yang diawasi terdiri dari narapidana dewasa dan anak yang akan menjalani program Asimilasi Rumah, 5 dari 166 klien tersebut sampai hari ini telah menerima SK Integrasi PB/CB, dengan rincian 4 klien dewasa dan 1 klien anak.

Pelaksanaan pengawasan terhadap klien dilaksanakan melalui daring. Kondisi darurat akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) mengharuskan PK dan APK mengawasi kliennya melalui aplikasi WhatsAapp atau video call maupun telepon dan pesan singkat. Bapas Polewali juga bekerjasama sejumlah Polres dan Polsek dalam hal pengawasan klien asimilasi dan integrasi.

Setelah beberapa hari ini melakukan pengawasan, petugas PK dan APK Bapas Kelas II Polewali menemui sedikit kendala. Seperti klien yang sulit dihubungi karena sinyal jaringan telepon yang bermasalah.

“Kondisi darurat saat ini mengharuskan petugas PK dan APK kami melakukan pengawasan melalui video call di WhatsApp, tapi ada beberapa yang hanya dihubungi melalui pesan singkat kemudian ditelepon. kami juga mengirimkan surat imbauan kepada klien melalui pesan whatssapp,” jelas Kabapas Polewali Hery Kusbandono.

Komentar


VIDEO TERKINI