Investasi di Kayan, Luhut Mengaku Ditelepon Andrew Forrest dari Australia

Rabu, 15 April 2020 11:11
Belum ada gambar

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menegaskan, pihaknya belum akan merevisi target realisasi investasi tahun ini meski dalam situasi pandemi virus corona jenis baru (COVID-19).

Dalam jumpa pers melalui konferensi video di Jakarta, Selasa malam, Luhut mengakui laju investasi pastinya terganggu dengan adanya COVID-19.

“Karena selama tiga bulan ini, mungkin sampai empat bulan ke depan, sampai Mei atau Juni, hampir tidak ada pergerakan. Tapi bukan mereka tidak investasi, hanya pekerjaannya jadi tertunda,” katanya.

Luhut mencontohkan sejumlah proyek di Morowali untuk persiapan baterai litium yang terpaksa harus tertunda beberapa waktu.

Luhut pun belum bisa memastikan berapa lama penundaan tersebut. Ia berharap keadaan segera membaik dari mewabahnya corona agar investasi bisa kembali berlanjut.

“Karena investor juga tidak ada yang menyatakan mundur dari Indonesia,” katanya.

Demikian pula investasi China yang disebutnya mengalami penjadwalan ulang karena imbas COVID-19.

Namun, kabar baiknya, belum ada satu proyek pun yang ditarik mundur dari dalam negeri.

“Malah masih ada yang menanyakan kami dalam keadaan seperti ini. Misalnya, Andrew Forrest 10 hari lalu masih telepon dari Australia, dia tanya mau lanjutkan proyek hydropower di Kayan, Kalimantan Utara,” ujarnya.

Luhut menambahkan, pemerintah pun membidik investasi dari Jepang lantaran negeri sakura itu ingin merelokasi bisnis mereka dari China.

Bagikan berita ini:
5
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar