JK Kepada Ustaz Somad, Soal Konflik dan Corona, JK: Wah, Ini Jauh Lebih Hebat

Rabu, 15 April 2020 08:03

Foto: YouTube/Screenshot

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Ustaz Abdul Somad melakukan dialog Live Streaming dengan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), HM Jusuf Kalla, malam tadi. Live Streaming bertajuk “Peran Masjid dalam Wabah Corona” itu membahas berbagai hal terkait corona dan peran yang coba diambil mantan wakil presiden RI tersebut.

Pada satu momen, Abdul Somad memberikan pujian kepada JK dalam perannya sebagai tokoh pendamai. Ia kemudian bertanya pandangan JK terkait penanganan konflik dibandingkan dengan penanganan pandemi COVID-19 ini.

“Pak JK dikenal sebagai tokoh yang memiliki tangan dingin untuk mengatasi sebuah koflik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kalau dibandingkan dengan konflik ras, konflik politik dan pandemi virus corona ini bagaimana, Pak?” tanya Abdul Somad di Chanel YouTube Ustadz Abdul Somad Official.

JK menjawab bahwa masalah virus corona ini jauh lebih sulit diatasi dibandingkan dengan konflik. “Wah, ini jauh lebih hebat. Karena kalau konflik ras, itu bisa diketahui dimana konflik itu dan siapa yang berkonflik. Jadi musuh dan kawan sudah ketahuan, jadi bisa diatasi,” ujar JK.

“Sekarang kita tidak tahu siapa kawan dan lawan itu. Jadi, kehebatan hukum kita, kita tidak bisa atasi, terkecuali diatasi dari intinya. Kalau dulu konflik di Aceh, saya tahu, saya mesti bicara dengan ini, bicara dengan ini. Jadi saya bisa selesaikan,” sambung JK.

Ustaz Abdul Somad menimpali komentar JK dengan berkata, “Kalau ini mau bicara dengan siapa? Seperti hantu ya Pak JK? Kalau hantu, kita baca Ayat Kursi, masih bisa selesai. Ini tidak jelas.” JK menanggapi pernyataan itu dengan menjawab, “Oh, iya.”

Makanya, JK mengatakan, situasi ini mengkhawatirkan. Khususnya jika penangannya berjalan lamban. Menurut JK, akan ada masalah yang lebih besar yang kemungkin bisa terjadi. “Yang mengkhawatirkan apabila ini, penyelesaiannya, atau upayanya lambat. Akibatnya tentu kesehatan masyarakat, penyakit, kematian akan bertambah,” ujarnya.

“Akan muncul masalah sosial karena orang menganggur, orang tidak bekerja. Kemiskinan bertambah banyak. Dan secara bersamaan, ekonomi kita akan rusak. Kalau ekonomi kita rusak, bisa mempunyai akibat bermacam-macam, perilaku masyarakat bisa, bisa berbahaya, bisa menjadi radikal akibat kejadian ini. Makanya, kita harus berupaya keras agar ini tidak menjalar jauh. Itu yang kita khawatirkan apabila ini tidak terselesaikan,” lanjut JK.

JK berharap bahwa semua pihak harus terlibat dalam membantu menangani penyebaran virus ini. Di DMI kata dia, mereka sudah menginstrusikan banyak hal. Termasuk bagaimana senantiasa menjaga kebersihan masjid.

Ia juga berharap masyarakat tidak melakukan mudik. Pada saat bersamaan, ia meminta pemerintah segera mengucurkan bantuan untuk mencegah warga pulang kampung. Ini penting kata JK karena kemungkinan penyebaran virus hingga ke desa-desa sangat besar jika mudik terjadi.

“(Perlu) Bantuan sosial dari pemerintah atau masyarakat. Pemerintah harus memberikan kebutuhan pokoknya. Berasnya, dana bantuan tunainya. Itu harus segera keluar. Dan Presiden Jokowi sudah menginstruksikan itu harus keluar sekarang, minggu ini. Kalau soal puasa, di kotak juga bisa puasa. Lebaran, juga tidak selamanya (harus mudik),” katanya.

Mudik itu menurut JK sangat berbahaya sehingga diharapkan tidak dilakukan. “Katakanlah yang biasa mudik itu 25 juta orang. Sepuluh persen saja yang mudik itu, dua juta orang. Satu persen saja yang positif, itu berarti 25 ribu. 25 ribu itu menyebarkan lagi, kali empatnya selama 10 hari. Kalau desa juga kena, petani tidak bekerja, makanan kita akan putus. Kebutuhan sehari-hari kita akan terputus. Jadi itu risikonya tinggi apabila mudik berjalan,” papar JK. (amr)

Bagikan berita ini:
4
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar