Krisis Komunikasi

Rabu, 15 April 2020 11:11

Oleh: Hasrullah

Ada pendapat genial dikemukakan Dr. Iqbal Sultan, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unhas di akun Facebooknya dikaitkan dengan situasi penanganan Covid-19 saat ini. Pak Iqbal menyampaikan bahwa “Jika komunikasi publik saat Krisis tidak diolah dengan baik oleh pemimpin publik, maka akan menimbulkan kegaduhan publik”. Tafsiran teks ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam keadaan turbulensi, harus hadir menjadi garda terdepan dalam menghilangkan keraguan dan ketidakpastian.

Kegaduhan komunikasi ini terjadi karena kita tidak siap menghadapi persoalan Covid 19 yang melanda kita semua. Tinjauan perspektif komunikasi khususnya komunikasi krisis menjadi alat atau metode memecahkan masalah. Kenapa kegaduhan itu terjadi? Menurut Ilmuwan Komunikasi Coombs (2007) bahwa ada beberapa aspek mendasari krisis komunikasi, yaitu; persepsi publik, kejadian sulit terprediksi, dan ancaman buat suatu organisasi atau lembaga. Maka ada benarnya pikiran yang disampaikan Iqbal Sultan. Jika komunikasi tidak dikelola dengan baik, maka persepsi negatif yang akan muncul.

Pekerjaan komunikasi jangan dilihat satu arah dan tidak bermakna. Pemimpin tidak boleh melupakan bahwa komunikasi adalah bagian penting membentuk opini publik seperti penanganan virus korona. Sebab, harus diakui, selama virus ini mewabah, pemerintah tidak menyiapkan apa yang dibutuhkan soal pelaporan situasi terakhir, tidak hanya jumlah korban jiwa, persoalan lockdown, PSBB, atau PSBK, rumah sakit, dan lain-lain dimana ini akibat tidak menguasai penanganan krisis komunikasi. Akhirnya berdampak buruk kepada pemimpin dan lembaga pemerintahan.

Komentar


VIDEO TERKINI