Penderita DBD Tembus Angka 16 Ribu, DPR Minta Pemerintah Tak Lupakan Wabah DBD

Rabu, 15 April 2020 14:24

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Jumlah kasus DBD di Indonesia melonjak tajam sejak awal tahun 2020. Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus DBD di Indonesia menembus angka 16 ribu dari periode Januari hingga awal Maret tahun ini. Dari jumlah kasus tersebut, 100 jiwa meninggal dunia.

Bahkan, wabah DBD di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, saat ini sudah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) karena jumlah terdampak DBD yang meninggal meningkat.

Namun, sayangnya saat ini perhatian Pemerintah hanya terpusat pada pandemi virus corona, padahal DBD juga merupakan penyakit yang memiliki dampak kematian yang sama tingginya dengan Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR RI, Anas Thahir meminta pemerintah tidak lalai menangani DBD meski penanganan corona juga tak bisa dikesampingkan.

“Meskipun kita berada di tengah pusaran pandemi kasus Covid-19, kami minta Pemerintah tidak lalai menangani DBD. Karena, DBD dan Covid-19 merupakan penyakit yang memiliki dampak mematikan yang sama tingginya,” tegas Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Kesehatan yang diselenggarakan melalui video-conference, Selasa (14/4/2020).

Bagikan berita ini:
1
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar