Pro Kontra Pembagian Sembako Oleh RT/RW, Ini Kata Juru Bicara Covid-19

Rabu, 15 April 2020 19:48

Ismail Hajiali, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Makassar. (ikbal/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Banyak pihak yang menilai keterlibatan RT dan RW dalam pembagian sembako di Kota Makassar kurang efektif dikarenakan hal tersebut rentan terhadap praktik nepotisme.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara gugus tugas Covid 19 Kota Makassar, Ismail Hajiali, mengatakan bukan saatnya masyarakat memperdebatkan mengenai hal tersbeut.

“Mungkin, tidaklah bijak di tengah kita fokus dalam pencegahan dan penanganan pandemi covid19, memperdebatkan peran RT/RW dalam proses pendataan warga berdampak covid19,” kata Ismail, Rabu (15/4/2020).

Menurut Ismail, memang RT dan RW bukanlah unsur pemerintahan seperti diatur dalam UU Administrasi Pemerintahan, namun perannya sebagai organisasi yang menghubungkan serta memfasilitasi kebutuhan dan kepentingan warga sangat dibutuhkan.

“Maka tentu saja peran aktif RT/RW sangat penting artinya dan strategis, sebab mereka sangat dekat dan mengetahui kondisi warganya, pada saat yang sama warga pun merasa terwakili dengan fungsi dibentuknya RT/RW,” ujarnya.

Dirinya memahami bahwa ada kekhawatiran penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya,”Maka dari itu, pengawasan tetap dilakukan dan itu merupakan hal mutlak dalam pertanggungjawaban,” kata dia.

Oleh karena itu, tidak ada hubungan spesifik apa yang menjadi pandangan beberapa pihak, yang seolah menuding pemerintah telah keliru dalam menugaskan RT/RW melakukan pendataan terhadap warga terdampak covid19 ini.

Bagikan berita ini:
4
6
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar