Sagu sebagai Penyelamat Pangan di Tengah Pandemi Virus Corona

Rabu, 15 April 2020 18:10

“Disaat pandemi virus corona seperti sekarang ini, sagu selain adaptif terhadap perubahan iklim juga menjadi penyelamat pangan masa depan ,” ujar Agung lagi.

Menurut Agung, ketahanan pangan Indonesia harus kuat dan terus dijaga. Untuk itu, lanjut Agung, kita tidak bisa megandalkan hanya semata-mata pada pangan pokok beras.

“Apalagi kalau berbicara puluhan tahun kedepan. Sagu harus kita kembangkan,” tuturnya bersemangat.

Untuk merealisasikan pengembangan Sagu, Badan Ketahanan Pangan melalui program PIPL saat ini sudah mengembangkan di 4 provinsi, salah satu yang perkembangannya menarik adalah di kabupaten Merauke Papua.

Penempatan PIPL di Merauke sangat tepat, karena selain potensi tanaman sagu masih sangat banyak, para petaninya juga masih mengusahakan tanaman sagu, walaupun masih sederhana, belum menggunakan mesin pengolah sagu.

“Kami sangat senang, pemerintah menempatkan PIPL di kampung ini,” ujar Yakobus, Ketua Kelompoktani Dwitrap yang mengolah tanaman sagu.

Menurut Yakobus di Kampung Tambat, terdapat potensi Sagu 250 hektar, sedangkan yang digarap baru seluas 15 hektar.

Bagikan berita ini:
4
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar