Sagu sebagai Penyelamat Pangan di Tengah Pandemi Virus Corona

Rabu, 15 April 2020 18:10

“Secara bertahap akan kami kembangkan terus. Melalui PIPL, kami jadi lebih bersemangat dan produktif mengolah tanaman sagu menjadi tepung sagu,” ujar Yakobus yang ditemui beberapa waktu laku.

Menurut Yakobus, melalui peralatan bantuan PIPL, kini sebatang pohon sagu ukuran 10 sampai 12 meter dikerjakan hanya 1 hari, menghasilkan 480 sagu basah atau 240 kg sagu kering.

“Dulu kami mengerjakannya antara 3 sampai 5 hari dan hasilnya hanya 250 kg sagu basah atau 125 kg sagu kering,” tambah Yacobus.

Jadi, tambah Yacobus, bantuan peralatan Kementerian Pertanian sangat bermanfaat. “Selain mampu meningkatkan produksi berlipat, pendapatan dan kesejahteraan petani juga meningkat,” ujar Yakobus.

Asisten II Bidang Perekonomian Merauke Sunarjo yang ditemui mengatakan, sangat berterimakasih adanya bantuan dari Kementerian Pertanian.

“Kami akan dukung pengembangan sagu di Merauke, karena sagu ini bukan hanya tanaman untuk dikonsumsi, tetapi juga menjadi tanaman adat yang perlu terus dikembangkan,” ujar Sunarjo.

Bagikan berita ini:
9
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar