Siswa Belajar dari Rumah, Mendikbud Diminta Kaji Pemotongan SPP

Rabu, 15 April 2020 13:38

BELAJAR. Seorang siswa SD kelas 1 Sekolah Alam Indonesia (SAI) harus belajar di rumah karena kebijakan pemerintah untuk ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), diminta segera mengkaji perlunya pemotongan uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) oleh sekolah negeri dan swasta selama berlangsungnya program belajar di rumah.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Prof Zainuddin Maliki, merespons adanya keluhan para orang tua yang kurang mampu, termasuk adanya pengaduan masalah ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Salah satu cara mengatasi dampak ekonomi covid-19 itu ialah pengurangan SPP, juga pemberian paket internet gratis,” kata Prof Zainuddin saat dihubungi jpnn.com (grup fajar.co.id), Rabu (15/4).

Menurut mantan rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini, realokasi anggaran di Kemendikbud untuk mendukung penanganan wabah virus corona, juga bisa tetap digunakan untuk kepentingan pendidikan seperti memenuhi kebutuhan internet gratis bagi siswa.

Terlebih lagi realokasi anggaran Kemendikbud bukan sedikit, mencapai Rp4,9 triliun dalam rangka percepatan penanganan corona. Nah, Mendikbud Nadiem Makarim bisa mendesak agar realokasi anggarannya tetap bisa digunakan dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya yang terkait dengan percepatan pencegahan korona.

“Dalam hal ini, mendesak untuk pemberian paket internet gratis kepada siswa dari keluarga tidak mampu,” tambah legislator PAN Dapil Jawa Timur X ini. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
5
3
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar