Tenaga Ahli Istana: Kalau Mundur, Itu Tergantung Kemauan yang Bersangkutan

Rabu, 15 April 2020 09:48

Andi Taufan Garuda

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pihak Istana telah menegur staf khusus milenial, Andi Taufan Garuda Putra terkait surat kontroversinya ke seluruh camat di Indonesia.

Dalam surat itu, Andi Taufan meminta dukungan kerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) miliknya, dalam program penanggulangan covid-19. Andi Taufan dianggap telah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan perusahaannya.

“Yang bersangkutan sudah ditegur keras. Jadi saya kira itu kesalahan yang tidak boleh diulang lagi,” ujar tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian di Jakarta, Selasa (14/4).

Andi Taufan telah meminta maaf. Meskipun demikian, ada desakan untuk Andi Taufan mundur dari staf khusu milenial.

“Yang bersangkutan juga sudah mengaku salah dan meminta maaf secara terbuka, jadi kita bisa kesampingkan dan kembali berfokus pada penanganan covid-19,” ungkap

“Kalau mundur itu kan tergantung kemauan yang bersangkutan. Tapi yang bisa memberhentikan ya hanya Presiden yang punya hak prerogratif. Jadi kalau permintaan dia mundur tergantung kesukarelaan yang bersangkutan untuk mundur. Tapi kalau meminta pemberhentian ini tergantung pada Presiden untuk mencopot stafsusnya,” pungkas Donny. (dal/fin)

Komentar


VIDEO TERKINI