Tiga Alasan Kenapa Fraksi PKS Minta Pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja Ditunda

Rabu, 15 April 2020 11:22

Anggota baleg DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Fraksi PKS mengajukan keberatan untuk membahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan meminta penundaan pembahasan hingga Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan wabah Covid-19 telah berakhir di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan pada rapat kerja baleg DPR bersama pemerintah membahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Anggota baleg DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf, mengungkapkan bahwa terdapat tiga catatan penting yang melandasi argumen keberataan PKS terhadap pembahasan RUU Cipta Kerja.

“Pertama, dari skala prioritas, kondisi kedaruratan kesehatan yang tengah terjadi saat ini sepatutnya mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah ketimbang terburu-buru membahas RUU yang masih menjadi polemik di kalangan masyarakat.” ungkap Bukhori

“Kedua, sejumlah pasal dalam RUU ini menuai kontroversi di masyarakat, khususnya pasal terkait ketenagakerjaan. Kami khawatir jika pembahasan dilakukan di tengah situasi genting saat ini akan semakin menimbulkan gejolak sosial di masyarakat,” sambungnya

“Ketiga, dengan diterbitkannya Perppu No.1/2020 terkait kebijakan keuangan negara dalam mengatasi Covid-19, urgensi RUU Cipta Kerja menjadi teredusir dan tidak menjadi prioritas untuk dibahas saat ini. Apalagi, jika muatan yang dibahas hanya seputar investasi dan ekonomi di tengah kesulitan masyarakat saat ini. Jika terus dilanjutkan, sense of crisis kita selaku pemangku mandat rakyat perlu dipertanyakan.” ungkap Bukhori selepas rapat kerja virtual baleg DPR bersama pemerintah, Selasa (14/4/2020)

Bagikan berita ini:
9
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar