Turis dan Model Pesta di Bali, Indonesia Disorot Media Asing, Pilot Mesir Minta Maaf

Rabu, 15 April 2020 19:04

Pesta ulangtahun di Bali yang dihadiri puluhan orang, termasuk bintang Instagram Inggris dan dua model Rusia pada hari M...

FAJAR.CO.ID, DENPASAR—Indonesia kembali menjadi sorotan dunia di tengah pandemi virus corona. Itu setelah video puluhan turis yang sedang berpesta beredar di media sosial. Aksi mereka menjadi sorotan media asing.

Model Instagram dari Manchester adalah salah satu di antara sekelompok wisatawan yang difilmkan berpesta di sebuah vila pribadi di Bali. Dikutip dari Metro.co.uk, acara itu dihadiri 20 atau lebih turis Barat yang berbaur dengan DJ. Itu bertentangan dengan aturan social distancing atau jarak sosial.

Ini diposting oleh Tyrone Hermitt, yang menutup akunnya dengan lebih dari 200.000 pengikut setelah menerima kritik tajam. Dia memposting permintaan maaf kepada semua penduduk lokal Bali di halaman Instagram-nya dengan mengatakan: “Ini bukan pestaku.”

Ia mengaku sama sekali tidak tahu kalau pesta itu akan dihadiri banyak orang. Ia menegaskan, sangat menghormati orang-orang di Bali. “Saya minta maaf karena hadir. Saya tidak menyadari akan ada banyak orang di pesta itu. Saya menghormati Bali dan akan menyumbang ke beberapa badan amal untuk membantu penduduk setempat yang kehilangan pekerjaan dan membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Laporan itu sendiri menyebutkan bahwa Indonesia menentang tindakan lockdown formal yang diberlakukan oleh banyak negara Asia Tenggara lainnya. Namun, penduduk diminta untuk tetap di rumah dan menghindari pertemuan.

Pesta itu diselenggarakan oleh Mahmoud Attiya, seorang pilot berusia 21 tahun yang berasal dari Mesir. Itu untuk perayaan ulang tahunnya yang ke-21. Pesta itu kabarnya juga dihadiri oleh bintang media sosial Rusia, Ksenia Aldoshenko dan model, Dorokhova Ksenia.

Attiya mengatakan kepada bahwa mereka sangat menyesal. “Kami sangat menyesal atas semua masalah ini. Kami hanya mengundang beberapa orang tetapi banyak orang muncul sehingga kami mendapat telepon dari keamanan dan semua orang pergi.  Kami sangat menghargai pemerintah Bali dan imigrasi serta dukungan mereka untuk membantu menghindari Covid-19,” jelas Atiyya.

Indonesia sejauh ini mencatat ada sekitar 4.500 kasus dan 400 kematian akibat virus corona. Namun, para ilmuwan khawatir skala wabah yang sebenarnya bisa jauh lebih besar. Dengan populasi 264 juta jiwa, Indonesia menurut laporan itu hanya melakukan 240 tes akurat sehari, dan hanya mengandalkan rapid test yang dianggap kurang efektif. (amr)

Komentar


VIDEO TERKINI