Covid-19 Bisa Menyebar Lewat Hewan? Ini Penjelasan Dokter

Kamis, 16 April 2020 20:19

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pandemi corona yang sedang terjadi saat ini bisa menyerang siapa saja dan penyebarannya tergolong cepat. Masyarakat kemudian bertanya-tanya apakah virus covid-19 bisa menyebar lewat hewan peliharaan.

Menanggapi hal tersebut, Dwi Kesuma Sari, Dosen Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin (Unhas), mengatakan, memang ada hewan yang positif covid-19 setelah melakukan kontak manusia.

“Berdasarkan situs Office International des Epizooties (OIE) atau World Organization for Animal Health dan World Smal Animal Veterinary Association (WSAVA), terdapat 2 kejadian di hewan peliharaan di Hongkong di mana pemilik anjing tersebut positif Covid-19, dan setelah terjadi kontak yang intens antara pemilik dan hewannya. Diduga hewannya tertular dari pemiliknya. Jadi bukan hewan yang menularkan ke manusia,” ucapnya kepada fajar.co.id, Kamis (16/4/2020).

Kasus lain terjadi di Belgia terjadi interaksi yang sangat intens antara pemilik hewan dan hewan peliharaannya. Kejadian ini sangat sedikit sekali dari total kasus penyakit di hewan kesayangan, bebernya.

Menurut Dwi, Penularan antara hewan dan hewan sampai saat ini belum ada bukti, manusia ke hewan dan sebaliknya dari hewan ke manusia belum ada bukti ilmiah yang cukup.

Menurutnya, selama ini reseptor virus covid 19 hanya untuk manusia, kalaupun ada kasus di hewan yang ditularkan dari manusia ke hewan kemungkinan ada mutasi sehingga virusnya bisa terikat pada reseptor di hewan. “Tetapi ini belum ada bukti yang cukup, karena sebenarnya reseptor virus corona di hewan dan di manusia berbeda dan sulit terjadi penularan dari manusia ke hewan,” kata dia.

“Apakah bisa menjadi carier atau menularkan kembali dari hewan ke manusia, belum ada bukti yang cukup sampai saat ini yang bisa dilihat dari OIE maupun WSAVA. Cara pemeriksaan bisa dilakukan rapid test maupun pemeriksaan swab test,” terangnya.

Dokter Dwi pun memberikan tips dan kiat merawat hewan terutama di masa pandemi covid-19.

Yang pertama, jangan sampai pada hewan-hewan peliharaan/companion animal dilakukan tindakan yang berlebihan, tidak berperikehewanan, misalnya dibuang, dilepasliarkan dll yang sudah terjadi sebelumnya di Tiongkok.

Bagaimana kalau pemiliknya ada dugaan terpapar COVID-19. “Maka sebaiknya pemiliknya tidak berinteraksi secara intensif dengan hewan peliharaannya, atau menitipkan hewannya,” ucap Dwi.

Kedua, walau pun hewannya sehat dan pemilik sehat sebisa mungkin jangan terlalu banyak intensitas yang sangat tinggi. Hewannya tetap digrooming, dibersihkan dan lainnya. Jangan memegang daerah hidung hewan dan jangan sampai dijilat-jilat oleh hewan.

Ketiga, sebagai pemilik hewan, tetap harus menjaga personal hygiene yaitu dengan tetap harus cuci tangan sebelum menyentuh dan selesai menyentuh hewan.

Keempat, gunakan masker apabila pemiliknya sedang mengalami gejala sakit. Apabila hewan sakit, dibawa ke dokter hewan/dikonsultasikan ke dokter hewan.

Kelima, apabila pemilik sedang mengalami sakit sebisa mungkin hewan jangan dilepasliarkan di rumah dan sebaiknya dikandangkan. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
6
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar