Dianggap Hama dan Kerap Masuk Permukiman, Gajah Sumatera Dibantai

Kamis, 16 April 2020 12:09

Petugas BBKSDA Riau dan kepolisian mengamankan lokasi pembunuhan gajah Sumatera di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Inhu, R...

FAJAR.CO.ID, RIAU– Pembantaian terhadap satwa dilindungi tetap terjadi meski dunia sedang mengalami wabah Covid-19. Seekor gajah Sumatera liar dibunuh karena dianggap hama dan kerap memasuki permukiman warga.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono menjelaskan, gajah yang mati tersebut merupakan gajah tunggal yang telah terpisah dari rombongan di kantong Gajah Tesso Tenggara. Gajah itu beberapa kali memasuki baik area pemukiman maupun perkebunan masyarakat yang merupakan bagian dari wilayah jelajah atau home range gajah tersebut.

Dia menjelaskan, pada 15 April sekitar pukul 14.12 WIB, pihaknya menerima laporan ada seekor gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) yang mati dari Babhinkamtibmas Polsek Kelayang.

”Berdasar hasil dokumentasi yang disampaikan pelapor kepada BBKSDA Riau, terlihat kondisi bagian depan kepala gajah luka terbuka bekas sayatan benda tajam. Sedangkan gading gajah masih dalam keadaan utuh. Kondisi belalai sudah terpotong dan bagian belalai lain masih berada di sekitar bangkai gajah tersebut,” kata Suharyono seperti dilansir dari Antara pada Kamis (16/4).

Menindaklanjuti laporan tersebut, dia mengatakan, tim pendahulu telah tiba di tempat kejadian Rabu (15/4) sekitar pukul 16.50 WIB bersama kapolsek Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu. Mereka melakukan pengamanan TKP dan memasang garis polisi. Lokasi TKP sekitar empat kilometer sebelah utara dari Kantor Camat Kelayang, Indragiri Hulu. Tim medis dan tim pengumpulan bahan keterangan dari BBKSDA Riau bersama dengan tim Ditreskrimsus Polda Riau berangkat dari Pekanbaru menuju TKP pukul 17.00 WIB.

Bagikan berita ini:
4
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar