Luhut Sebut Kematian Corona di Indonesia Sedikit, Politisi Demokrat: Ini Nyawa Manusia Bukan Statistik!

Kamis, 16 April 2020 10:00

Wasekjen DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon. (IST)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut angka kematian akibat virus corona di Indonesia cenderung masih sedikit yaitu kurang dari 500 orang dibanding dengan jumlah rakyat Indonesia sebanyak 270 juta jiwa terus dikecam berbagai pihak.

“Buat saya juga jadi tanda tanya sih, kenapa jumlah yang meninggal sampai hari ini, maaf sekali lagi, itu kita angkanya nggak sampai 500 padahal penduduk kita ini kan 270 juta, infected 4 ribuan lebih katakan kali sepuluh jadi 50 ribu,” kata Luhut saat konferensi pers virtual, Selasa (14/4/2020).

Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menyayangkan pernyataan Luhut yang menyampingkan empati kemanusiaan dan melihat kematian akibat corona hanya sekedar hitungan angka.

“Selalu sensasional. Pengamat saja yang bebas ngomong apapun tak tega bicara begini karena kaitannya dengan nyawa dan perasaan keluarga yang ditinggalkan,” cuit Jansen di akun Twitternya dikutip Fajar.co.id, Kamis (16/4/2020).

Luhut juga membandingkan angka kematian di Indonesia dengan di Amerika. Menurutnya kalau dibandingkan, perbandingan korban jiwa di AS lebih banyak jumlahnya.

Akibat pernyataannya yang kontroversial, nama Luhut kembali trending topic di media sosial Twitter. Jensen kembali mengecam sikap Luhut yang tidak peduli dengan rakyat.

“Belum lagi tenaga medis yang meninggal dll. Tapi kita mau ngomong apalagi? Inilah keadaan pemerintah kita hari ini,” ujar Jansen pasrah.

Jansen mengingat kejadian pertama kalinya tenaga medis di Korea Selatan meninggal akibat terinfeksi corona. Presiden Moon Jae-In sangat terpukul, padahal yang meninggal baru satu dokter.

Sementara Luhut sebagai pejabat publik melihat angka 500 jiwa yang meninggal hanya sekedar angka.

“Saya masih ingat ketika pertama kalinya tenaga medis di Korsel meninggal, Presiden Moon Jae-In sangat terpukul. Ini bukan bicara angka. Empati! Kalau bicara angka malah jumlahnya baru 1 dokter. Empati inilah kadang yang menunjukkan kita sayang pada seseorang. Termasuk pada rakyat kita,” tutup Jansen.

Politisi Demokrat lainnya Rachland Nashidik juga tak kalah pedas menyindir Luhut.

“Statistik, Bung. Ini semua cuma statistik. Perasaan, empati, itu urusan psikolog, bukan pemerintah,” ujarnya. (endra/fajar)

Komentar