Panglima TNI dan Kapolri Diminta Turun Tangan

Kamis, 16 April 2020 11:57

Ilustrasi kopassus. TNI mengirim 600 pasukan tambahan. Mereka akan ditugaskan untuk menjaga pembangunan jalan Trans Papu...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis, turun tangan menangani sejumlah peristiwa kekerasan bersenjata yang terjadi di Papua beberapa waktu belakangan. Komnas HAM mencatat sedikitnya terdapat tiga kekerasan yang terjadi.

Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM Amiruddin Alrahab mengatakan, ketiga kekerasan yang dimaksud yakni tewasnya tiga anggota polisi dari Polres Mambra di Kasonaweja akibat diduga ditembak oleh anggota TNI Yonif 755 yang bertugas di Pos Pamrahwan di Mambra, Mamberamo Raya.

“Kedua, tewasnya dua remaja karena ditembak oleh anggota TNI yang berpatroli di sekitar area Freeport di Mile 34 Timika. Anggota TNI yang berpatroli menduga kedua remaja itu anggota OPM. Dugaan TNI itu dibantah oleh keluarga korban. Ketiga, beberapa hari lalu juga tewasnya seorang karyawan Freeport yang diduga ditembak oleh kelompok bersenjata,” ujar Amiruddin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (15/4).

Amiruddin menyampaikan, Komnas HAM turut berduka serta prihatin atas peristiwa tersebut. Khususnya bagi keluarga korban. Ia menuturkan, siklus kekerasan di Papua harus segera dihentikan.

“Oleh karena itu presiden tidak boleh mendiamkan begitu saja kejadian kekerasan yang berulang tersebut di Papua,” ucap Amiruddin.

Amiruddin menyebutkan, Komnas HAM berpandangan agar dibentuk Tim Gabungan Polri bersama TNI untuk mengungkap peristiwa yang terjadi di Kasonaweja. Tim yang sama juga perlu dibentuk untuk mengusut peristiwa penembakan di Timika.

Komentar


VIDEO TERKINI