Patut Diapresiasi, Warga Binaan Lapas Sulbar Produksi Masker

Kamis, 16 April 2020 15:07

FAJAR.CO.ID, MAMUJU– Untuk mencegah penyebaran wabah pandemi Covid-19 dan antisipasi kelangkaan masker, Lapas dan Rutan di Sulawesi Barat membuat masker nonmedis.

“Ini dilakukan setelah adanya anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” kata Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Sulbar, Elly Yuzar, Kamis (16/4/2020)

Kalapas Polewali, Abdul Waris mengatakan ada enam Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sudah dilatih menjahit membuat masker. Tiap harinya memprodusksi 50 hingga 100 masker kain. Bahannya dari kain expo dengan tiga fly lipatan agar dapat mencegah virus.

Di Lapas Perempuan Mamuju juga memproduksi empat lusin tiap harinya. Sebanyak 12 WBP telah memproduksi 482 masker kain. Selain membagikan kepada warga binaan, hasil produksi juga dijual seharga Rp5.000/pcs. “Bahkan Kakanwil Kemenkumham Sulbar sudah membelinya,” kata Kalapas, Nurmia.

Sementara di Rutan Majene, Plt Karutan, Baharuddin menyampaikan baru memproduksi 150 masker dalam kurun tiga hari ini, dengan dua WBP yang menjahit.

Kakanwil Kemenkumham Sulbar, Harun Sulianto mengapresiasi kreativitas WBP, semoga bisa memproduksi lebih banyak lagi dan bisa diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Tugas pemasyarakatan itu adalah agar warga binaan memperbaiki diri, menjadi warga yang produktif dan berguna bagi bangsa dan negara selama maupun setelah menjalani pidana,” kata Harun. (rls/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI