Pemeriksaan Covid-19 Mahal, Ombudsman: Jangan Aksesnya Kalangan Berduit Saja

Kamis, 16 April 2020 23:06

Covid-19 Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sudah hampir sebulan wabah covid-19 masuk ke Sulawesi Selatan. Ratusan orang dinyatakan mengidap penyakit mematikan tersebut.

Biaya pemeriksaan pun mahal. Untuk pemeriksaan covid-19 di rumah sakit rujukan, masyarakat harus membayar biaya sebesar Rp500 ribu.

Kendati biaya mahal, Subhan Djoer, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sulsel, mengatakan, sampai sejauh ini belum ada laporan masyarakat yang datang mengenai pelayanan rumah sakit dalam mengatasi covid-19.

“Belum ada, mungkin masyarakat kurang peduli. Karena mahal ya sebagian besar tidak menghiraukan untuk periksa, sebagian lagi yang punya uang membiarkan saja tanpa mau protes,” ungkapnya, Kamis (16/4/2020).

Menurut Subhan, seharusnya ada penjelasan dari pemerintah bagaimana sebenarnya sistem pemeriksaan rapid test, PCR, atau swab. Apakah memang berbayar atau gratis.

“Kalau gratis bagaimna caranya, terus yang berbayar apa alasannya. Di setiap pengumuman pemerintah hanya menyampaikan capaian tapi tidak menjelaskan mekanisme dan biaya,” ujarnya.

Ia menilai, yang punya akses untuk periksa hanya kalangan menengah ke atas. Sementara masyarakat kebanyakan kurang mampu dibiarkan berkeliaran tanpa ada anjuran untuk periksa atau dipaksa diperiksa tanpa harus berbayar.

Ia berharap Pemerintah Provinsi menjalankan instruksi presiden untuk pemberian minimal 10 riba per hari kepada masyarakt dampak Covid-19. Juga pengiriman alat tes secara massal ke daerah.

Komentar