Penerapan PSBB di Makassar, Pengamat: Soal Sanksi Bisa Ikuti Polisi India

Kamis, 16 April 2020 23:16

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menyetujui penerapan PSBB di Kota Makassar. Hal tersebut diketahui dari Surat Keputusan (SK) Menkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/257/2020.

Penetapan PSBB di Makassar, Sulsel, dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Di mana SK tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Kamis (16/4/2020).

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik, Adnan Nasution, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mesti ada dasar hukum dan ketegasan bagi para pelanggar.

“Tindakan tegas perlu dilakukan agar penerapan PSBB tidak sekadar menjadi kebijakan yang sia-sia. Terlebih, tujuan utama dalam kebijakan ini ialah menekan penyebaran virus Covid-19 yang sudah mengkhawatirkan,” ujarnya, Kamis (16/4/2020).

Menurut Adnan, Pemkot Makassar bisa mengadopsi hukuman cambuk seperti yang sudah dilakukan India. Di mana petugas kepolisian India sempat viral di dunia maya karena melakukan cambuk bagi warga yang keluyuran di luar rumah saat lockdown berlaku

“Diberikan ketegasan yah tidak apa-apa sekali-sekali mungkin kita bisa adopsi sistem yang dilakukan oleh India atau di Tiongkok atau di beberapa negara di Amerika Selatan menggunakan hukum cambuk yaitu kalau tahap-tahap sudah melakukan pelanggaran kesekian kalinya,” ujarnya.

Apabila hukum seperti cambuk tidak ingin diterapkan, kata Adnan, setidaknya pihak Pemkot harus memberikan sanksi tegas agar warga disiplin selama PSBB.

Bagikan berita ini:
3
3
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar