Pimpinan Proyek Jadi ODP, Proyek Kantor Camat Senilai Rp1,3 Miliar Terbengkalai

Kamis, 16 April 2020 09:12

FAJAR.CO.ID, MALILI– Pelayanan di Kantor Camat Wotu, Kabupaten Luwu Timur, terhambat. Proyek pembangunan kantor Camat Wotu, senilai Rp1,3 miliar tahun 2019 belum rampung sampai saat ini.

Anggota Fraksi Partai Hanura, DPRD Luwu Timur, Alfian Alwi melayangkan sorotan kepada Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler yang membiarkan proyek pembangunan Kantor Camat Wotu tanpa dirampungkan.

”Saya lihat pelayanan masyarakat di Kantor Camat Wotu sangat terganggu. Kantornya tidak selesai dikerjakan oleh rekanan, ”kata Alfian kepada Fajar.co.id, Rabu (15/4/2020).

Politisi yang berlatar belakang wartawan ini menilai proyek ini seharusnya rampung 28 Desember tahun lalu sesuai kontrak. Tetapi, diperpanjang kontraknya atau adendum. Meski, sudah diademdum, tapi pekerjaan belum beres. Padahal, anggarannya cukup besar. Pemerintah harus tegas memutuskan kontrak dan didenda sesuai aturan berlaku.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Luwu Timur, Gusti membenarkan proyek tahun 2019 senilai Rp1,3 miliar berupa pembangunan Kantor Camat Wotu belum rampung.

”Progresnya baru 90-an persen hingga saat ini. Kita sudah perpanjang masa kontraknya hingga Februari, tapi juga belum rampung, ”kata Gusti.

Rekanan PT Budi Pratama saat ini sudah didenda Rp1,3 juta. Saat ini belum diputus kontrak. Tunggu hasil audit dari Inspektorat.

Menurut Gusti, rekanan tidak dapat merampungkan pekerjaan akibat adanya acara adat, Festival Kraton Nusantara yang salah satu acaranya dipusatkan di Wotu. Gedung lama tidak bisa dirombak total. Rekanan hanya membangun kantor sepotong-sepotong. Bangunan kantor camat lama yang dihancurkan. Lalu dibangun kantor camat baru. Bahan bangunan didatangkan dari Makassar. Kemudian, adanya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Komentar


VIDEO TERKINI