Start-up Stafsus Jokowi Ruangguru di Kartu Pekerja, Saleh Singgung Jumlah Besar

Kamis, 16 April 2020 13:53

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyoroti keterlibatan perusahaan rintisan (start-up) ruangguru milik Staf Khusus Kepresidenan Adamas Belva Syah Devara dalam program Kartu Prakerja. Menurut dia, pemerintah harus menjelaskan soal itu secara terbuka kepada masyarakat.

“Sekarang dipertanyakan oleh masyarakat banyak, apakah start up ruangguru ini sudah mengikuti seleksi sebelumnya, atau ditetapkan saja oleh PMO (project management officer)?” kata Saleh di Jakarta, Kamis (16/4).

Wakil ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR itu mengaku belum mengetahui apakah ada proses seleksi pada lembaga pelatihan yang terlibat dalam program Kartu Prakerja. Sebab, kata Saleh, informasi terkait keterlibatan lembaga-lembaga pelatihan dalam program Kartu Prakerja sangat terbatas.

Mengutip keterangan pemerintah, Saleh mengatakan bahwa Program Kartu Prakerja menyasar 5,6 juta orang. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp3,55 juta per peserta program Kartu Prakerja.

Adapun biaya pelatihan untuk setiap peserta Kartu Prakerja adalah Rp1 juta yang dibayarkan langsung kepada lembaga mitra pemerintah dalam program itu. Total jenderal uang negara untuk program itu mencapai Rp20 triliun. “Jumlah ini tentu sangat besar,” ucap Saleh.

Sebelumnnya Belva sudah menjelaskan polemik soal itu melalui akunnya di Twitter. Menurutnya, keterlibatan ruangguru merupakan keputusan Kementerian Koordinator Perekonomian dan pihak PMO tanpa intervensi siapa pun.

Bagikan berita ini:
1
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar