Untuk Kalapas, Ini Ancaman Keras Yosanna Hamonangan Laoly

Kamis, 16 April 2020 10:42

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly --jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly mengancam oknum yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap warga binaan pemasyarakatan. Pernyataan ini disampaikan Yasonna, menanggapi adanya dugaan pungli terhadap warga binaan yang menjalani asimilasi dan integrasi.

“Instruksi saya jelas, terbukti pungli saya pecat. Instruksi ini sudah saya sampaikan secara langsung lewat video conference kepada seluruh Kakanwil, Kadivpas, Kalapas, dan Karutan,” kata Yasonna dalam keterangannya, Kamis (16/4).

Yasonna meminta, masyarakat berani melaporkan oknum nakal tersebut kepadanya melalui berbagai saluran yang tersedia, atau melalui jajaran di Ditjen Pemasyarakatan untuk memudahkan proses penindakan. Dia pun menjamin, data pelapor akan dirahasiakan.

Politikus PDI Perjuangan ini mengaku, jajaran Kemenkumham sudah melakukan investigasi dan menerjunkan tim ke daerah untuk menelusuri dugaan pungli tersebut.

“Namun investigasi belum menemukan adanya pungli. Kalau ada yang tahu, tolong laporkan. Supaya mudah, silakan sampaikan lewat pesan di Instagram dan Facebook fan page saya,” tegasnya.

Yasonna mengaku, sudah memberikan lima instruksi terkait pengeluaran warga binaan yang menjalani asimilasi dan integrasi. Pertama, tidak boleh ada pungutan liar, karena prosesnya gratis. Instruksi kedua, proses pengeluaran warga binaan asimilasi dan integrasi tidak boleh dipersulit.

Menurutnya, mereka yang menjalani program ini adalah warga binaan yang sudah menjalani 2/3 masa hukuman, tidak menjalani subsider, bukan napi korupsi atau bandar narkoba atau kasus terorisme, berkelakuan baik selama dalam tahanan, dan ada jaminan dari keluarga.

Bagikan berita ini:
9
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar