Anggaran Kementan Dipangkas Rp7 Triliun, DPR Nilai Pemerintah Tak Pro Ketahanan Pangan

Jumat, 17 April 2020 15:00

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan mengkritik keras penyesuaian belanja Kementerian Pertanian tahun anggaran 2020. Diketahui penyesuaian tersebut telah memangkas anggaran sebesar Rp7 triliun dari pagu awal sebanyak Rp21 triliun, sehingga pagu setelah penyesuaian Kementerian Pertanian menjadi hanya Rp14 triliun.

Johan menyebut, pemangkasan ini sebagai bentuk atau bukti pemerintah telah gagal faham cara membangun ketahanan pangan di saat pandemi wabah Covid-19 seperti sekarang ini.

“Pemangkasan sepertiga dari pagu anggaran Kementan pada saat ini menunjukkan Pemerintah tidak aware atau tidak memiliki kewaspadaan dini terhadap potensi krisis pangan di tengah arus kekacauan stabilitas pangan dunia saat pandemi Covid-19 belum bisa diatasi oleh seluruh negara di dunia ini,” terang Johan dalam rilis yang diterima Fajar.co.id, Jumat (18/4/2020).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga memaparkan bahwa pemangkasan anggaran Kementan akan mengganggu akselerasi produksi pertanian, padahal kegiatan pertanian bisa dilakukan melalui kegiatan padat karya dengan mempekerjakan para tenaga kerja yang kehilangan penghasilan akibat dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

“Kementan juga akan terhambat dalam urusan kelancaran distribusi bahan pangan pokok seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir dan minyak goreng dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat pada situasi darurat Covid-19 ini,” urai Johan.

Komentar