Bandelnya Balotelli, Ayahnya: Berhentilah Bergaul dengan Gadis-gadis!

Mario Balotelli saat masih di Manchester City melakukan selebrasi dengan menunjukkan tulisan di bajunya/Sam Bagnall/AMA/Corbis via Getty Images

FAJAR.CO.ID, MILAN—Legenda Inter Milan, Marco Materazzi mengungkapkan bagaimana bandelnya seorang Mario Balotelli di masa lalu. Menurutnya, ia bahkan sampai terlibat keributan dengan rekan setimnya itu di Inter Milan.

Dalam wawancara Instagram dengan koki dan pendukung Nerazzurri, Davide Oldani, Matrix, julukan Materazzi membeberkan insiden setelah semi-final Liga Champions 2010 antara Inter dan Barcelona. Saat itu, Balotelli yang masih remaja masuk sebagai ​​ pemain pengganti.

Balotelli pada satu momen terlihat melemparkan bajunya ke tanah. Ia pun dikejar ke ruang ganti dan disandarkan ke dinding oleh Matrix. Menurut pemenang Piala Dunia 2006 itu, ia benar-benar marah pada Balotelli hari itu.

“Aku memukulnya, itu benar. Saya suka Mario, tapi dia benar-benar pantas mendapatkannya hari itu. Kita menjadi teman lagi sekarang, bisa dibilang saudara, tapi dia melakukan sesuatu hari itu yang seharusnya tidak dia lakukan,” ungkap Materazzi dikutip dari Football Italia.

Apa yang dilakukan Balotelli usai pertandingan itu bukan yang paling menjengkelkan. Menurut Materazzi, sebelum itu, Balotelli yang kini bermain untuk Brescia sudah membuat seluruh pemain marah akibat sikap bandelnya saat masih di atas bus.

“Melempar bajunya ke tanah setelah peluit akhir bahkan bukan yang terburuk. Sebelum pertandingan, di bus tim, dia memberi tahu kami: ‘Hari ini saya akan bermain buruk,’ jadi saya berjanji untuk membuatnya membayar itu jika dia melakukannya,” kata Matrix.

Dan itu ia buktikan di lapangan. Ketika dia bangkit dari bangku cadangan, dia mencoba melepaskan tembakan dari lini tengah dan bukannya membantu tim melakukan serangan. Itu membuat rekannya murka.  “Diego Milito ingin membunuhnya,” tutur Materazzi.

Saking kesalnya pada semua tingkah laku Super Mario, Materazzi bahkan sampai meminta ke Jose Mourinho yang kala itu melatih Inter untuk memainkannya menghadapi sang bomber di sesi latihan. Ia mengaku benar-benar ingin memberinya pelajaran.

“Kami percaya pada Mario, ia mencetak banyak gol dan berkontribusi pada kemenangan, tetapi seminggu setelah itu, saya meminta Mourinho untuk menempatkan saya melawan Balotelli di pertandingan latihan. Setelah beberapa detik, saya akan mengirimnya kembali ke ruang ganti,” ujarnya.

Materazzi juga mengungkap kedongkolan ayah Balotelli kepada putranya. Menurut Materazzi, sang ayah juga secara terbuka mengeritik Balotelli yang selama bertahun-tahun dikenal bengal di dalam maupun di luar lapangan.

“Saya benar-benar mencintai ayahnya, karena setelah pertandingan dengan Rubin Kazan, dia memberi tahu Mario: ‘Saya tidak menyukai penampilan Anda, Anda harus bermain lebih untuk rekan setim Anda. Dan berhentilah bergaul dengan gadis-gadis!’,” ungkap Materazzi. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir


Comment

Loading...