Dugaan Intelijen Inggris dan AS soal Covid-19 Mencengangkan

Jumat, 17 April 2020 15:50

Petugas medis memeriksa pasien 2019-nCoV di Rumah Sakit Universitas Wuhan Zhongnan, Provinsi Hubei, Tiongkok, Selasa (28...

FAJAR.CO.ID, NEW YORK– Para pejabat intelijen Inggris dan Amerika Serikat (AS) menduga Tiongkok tak terbuka soal kecerobohan ilmuwan di Institut Virologi Wuhan (WIV). Ada dugaan tentang kecerobohan ilmuwan di lembaga penelitian itu telah mengakibatkan penyebaran virus corona yang kini menjadi pandemi COVID-19.

Pasien Nol sebagai orang pertama yang terpapar COVID-19 diyakini sebagai pegawai magang di Institut Virologi Wuhan, yang kemudian menulari pacarnya. AS kini sedang berupaya memastikan apakah virus corona untuk pertama kalinya menjalar pada manusia saat pengujian atas kelelawar di WIV.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan bahwa lokasi WIV hanya beberapa mil dari pasar hewan liar di Wuhan yang dituding Pemerintah Tiongkok sebagai sumber wabah virus corona. “Masih ada banyak hal untuk dipelajari. Pemerintah AS tengah getol bekerja untuk mencari tahu,” ujar mantan direktur Badan Pusat Intelijen AS (CIA) itu.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga menuding Pasar Grosir Seafod Huanan di Wuhan sebagai sumber wabah virus corona. Tudingan itu didasari pada banyaknya pasien pertama COVID-19 adalah pemilik kios, pekerja ataupun pengunjuk reguler di pasar itu.

Namun masih belum jelas apakah pasar yang menjual banyak hewan eksotik untuk dikonsumsi itu juga menyediakan kelewawar yang dianggap sebagai sumber COVID-19. Sebab, trenggiling pun dianggap sumber wabah virus corona.

Komentar


VIDEO TERKINI