Kabar Bahagia dari Mendikbud Nadiem Makarim untuk Guru Honorer

Jumat, 17 April 2020 14:26

Guru Honorer--jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta para guru honorer tidak risau dengan adanya Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 tentang Juknis Penyaluran Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan BOP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan). Juknis baru tetap memberikan jaminan pembayaran gaji untuk guru honorer.

“Jangan khawatir, guru honorer tetap mendapatkan honor dari dana BOS walaupun ada kebijakan dana BOS bisa juga dipakai untuk penanganan Covid-19 seperti beli pulsa, produk kebersihan, dan lainnya,” kata Nadiem di Jakarta, Jumat (17/4).

Perubahan Permendikbud ini, lanjutnya, untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah sebagai upaya mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

“Kami sudah memberikan arahan fleksibilitas kepada kepala sekolah, tetapi masih ada sejumlah kepala sekolah tidak percaya diri menerapkan. Makanya, kami cantumkan di peraturan yang artinya secara eksplisit diperbolehkan,” ucapnya.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen) Hamid Muhammad menambahkan, Permendikbus Nomor 19 Tahun 2020 memberikan kewenangan kepada para kepala sekolah untuk menggunakan dana BOS Reguler untuk membayar honor guru honorer. Persentase juga tidak lagi dibatasi maksimal 50 persen, tetapi bisa lebih.

“Syarat untuk guru honorer juga dibuat lebih fleksibel, tidak lagi dibatasi untuk guru yang memiliki NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan). Namun, guru honorer tetap harus terdaftar di Dapodik (data pokok pendidikan) sebelum 31 Desember 2019, belum mendapat tunjangan profesi, dan memenuhi beban mengajar,” tutur Hamid.

Komentar


VIDEO TERKINI