Mulai Mei, Bantuan Tunai Rp14,5 Juta per Rumah Tangga di Jepang

Jumat, 17 April 2020 23:14

Perdana Menteri Shinzo Abe. (Foto: AFP / STR)

FAJAR.CO.ID, TOKYO—Pemerintah Jepang akan memberikan bantuan tunai 100.000 yen (US $ 930) atau sekitar Rp14,5 juta kepada setiap penduduknya. Perdana Menteri Shinzo Abe mengumumkan hal ini pada hari Jumat, 17 April hari ini.

Menurutnya, bantuan tunai ini sebagai langkah untuk mencegah virus corona menghancurkan kehidupan ekonomi negara tersebut. “Kami bergerak cepat untuk memberikan uang tunai kepada semua orang,” kata Abe dalam konferensi pers yang disiarkan televisi dikutip dari CNA.

Abe yang juga menjelaskan keputusannya untuk memperluas keadaan darurat secara nasional awalnya menyediakan bantuan tiga kali lipat dari jumlah itu untuk setiap rumah tangga. Itu ditujukan buat mereka yang mengalami penurunan pendapatan karena coronavirus.

Namun, rencana tersebut dibatalkan dan Abe sudah menyampaikan permintaan maafnya. Menteri Keuangan Taro Aso mengatakan pemerintah berharap untuk memulai pembayaran bantuan tunai tersebut pada bulan Mei mendatang.

Jepang sejauh ini belum bisa mengatasi wabah COVID-19. Makanya, keadaan darurat yang awalnya hanya di tujuh wilayah negara sejak Kamis diperluas untuk mencakup seluruh negara. Abe mengatakan keputusan ini diambil dalam upaya membatasi perjalanan domestik selama liburan Golden Week pada akhir April dan awal Mei.

Pihak berwenang akan menilai kembali situasi pada 6 Mei di akhir libur publik. Dan Abe mengatakan: “Jika kita semua bisa menahan diri untuk tidak keluar, kita dapat secara drastis mengurangi jumlah pasien dalam dua minggu. Masa depan tergantung pada perilaku kita.” (amr)

Komentar


VIDEO TERKINI