Penyakit Mematikan Lain “Terlupakan” Selama Pandemi, Akumulasi Korbannya Setara Covid-19

Jumat, 17 April 2020 23:05

PERLU PERHATIAN: Foto pada 24 Maret 2014 memperlihatkan seorang dokter yang memeriksa pasien TBC di Allahabad, India (AP Photo/Rajesh Kumar Singh, File)

FAJAR.CO.ID — Saat pemerintah India tiba-tiba memberlakukan karantina nasional, Lavina D’Souza terpaksa hidup jauh dari rumahnya di Kota Mumbai. Bagi perempuan 43 tahun tersebut, menjalani karantina di kota kecil bukan masalah bosan atau keresahan tentang pekerjaan. Melainkan, soal hidup dan mati.

D’Souza adalah pengidap HIV/AIDS di negara Bollywood tersebut. Setiap hari dia harus menelan obat anti-HIV yang diberikan pemerintah untuk menjaga harapan hidup. Namun, pasokan itu terputus sejak India memberlakukan sistem karantina nasional. Padahal, sistem imunitasnya jelas bakal lumpuh jika virus HIV kembali bertingkah. ”Cepat atau lambat, saya pasti akan jatuh sakit. Entah karena virus korona atau penyakit lain,” ungkapnya kepada Associated Press.

D’Souza yakin bukanlah satu-satunya yang menghadapi masalah pelik tersebut. Dia hanyalah satu di antara jutaan penderita HIV di India. Belum lagi, virus dan bakteri lain yang meneror dunia sebelum SARS-CoV-2.

Wabah tuberkulosis (TB), kolera, polio, dan campak muncul sejak lama. Pekerja medis sudah menemukan vaksin penangkal atau obat untuk mengatasi wabah tersebut. Namun, mereka belum menghilang.

Bagikan berita ini:
7
10
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar