Penyakit Mematikan Lain “Terlupakan” Selama Pandemi, Akumulasi Korbannya Setara Covid-19

Jumat, 17 April 2020 23:05

PERLU PERHATIAN: Foto pada 24 Maret 2014 memperlihatkan seorang dokter yang memeriksa pasien TBC di Allahabad, India (AP...

Di berbagai belahan dunia, wabah itu masih merajalela. Lembaga kesehatan internasional seperti World Health Organization (WHO) dan Global Alliance for Vaccines and Immunisation (GAVI) masih getol mengampanyekan imunisasi untuk menekan persebaran penyakit menular tersebut. Upaya selama beberapa dekade itu kini terancam akibat Covid-19.

Faktor perusak pertama adalah perhatian tenaga medis. Rumah sakit terus menambah alokasi personel dan alat medis untuk penanganan Covid-19. Akibatnya, penanganan penyakit lain terabaikan. ”Ketakutan kami adalah sumber daya medis untuk penyakit lain tak lagi cukup,” ujar John Nkengasong, kepala Africa Centers for Disease Control and Prevention.

Kabar itu terbukti dalam laporan Al Ribat National Hospital di ibu kota Sudan, Khartum. Menurut laporan tersebut, dokter harus mengorbankan kuota unit gawat darurat (UGD), berbagai jadwal operasi, dan menolak pasien nonkritis.

Kasus itu tidak hanya terjadi di negara tertinggal dan berkembang. Hoojon Shon, pengajar di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, memaparkan bahwa pasien TB ditolak rumah sakit. Padahal, TB merupakan penyakit yang cukup rumit. ”Pada masa normal, banyak pasien yang tak mencari pengobatan. Artinya, angka kasus TB bisa bertambah jika warga disuruh tetap tinggal di rumah,” jelas Sohn.

Bagikan berita ini:
7
10
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar