Sembuh tapi Positif Lagi, Wakil Direktur KCDC: Coronavirus Tampaknya Sangat Jahat dan Lihai

Jumat, 17 April 2020 09:37

ILUSTRASI. Petugas medis di Korea Selatan saat memeriksa untuk Covid-19. (UNG YEON-JE/AFP)

FAJAR.CO.ID, SEOUL– Pada akhir Februari, kasus Covid-19 di Korea Selatan mulai menunjukkan fenomena aneh. Banyak pasien setelah tertular dan pulih dari virus corona, tapi kemudian dinyatakan positif untuk kedua kalinya.

Dalam beberapa minggu, jumlah pasien yang dites positif kedua kalinya terus meningkat dan tren menjadi jelas. Hingga Kamis (16/4), setidaknya 141 orang di Korea Selatan telah melakukan tes ulang positif untuk virus yang secara resmi disebut SARS-CoV-2 itu.

Dilansir dari South China Morning Post, Kamis (16/4), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, menjelaskan kebanyakan dari pasien itu berasal dari Daegu dan Provinsi Gyeongsang Utara. 55 kasus di antaranya adalah orang berusia 20-an atau 30-an.

“Dalam kasus Sars dan Mers, kami tidak melihat orang positif lagi setelah pulih,” kata Wakil Direktur KCDC Kwon Jun-wook.

“Coronavirus ini tampaknya sangat jahat dan lihai,” tambahnya.

Fenomena ini telah menimbulkan pertanyaan bagi pejabat kesehatan masyarakat di seluruh dunia yang berjuang untuk memahami virus ini. Lebih dari setengah kasus di Korea Selatan adalah orang-orang berusia 50-an atau lebih muda. Meski begitu kini Korea Selatan semakin berhasil menurunkan virus itu hanya 2 lusin per hari.

Bagikan berita ini:
8
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar